masukkan script iklan disini
Britaindonesia,com-DEPOK — Dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi kembali mencuat di SPBU 34.164.14, wilayah Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Sebuah sedan Soluna bernomor polisi B 8715 LI disebut melakukan pengisian Pertalite secara berulang yang kemudian diduga dipindahkan ke sejumlah jeriken untuk diperjualbelikan kembali.
Dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan menyeluruh, bukan sekadar berdasarkan pengamatan di lapangan. BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya didesak memeriksa rekaman CCTV, histori transaksi, volume penyaluran, pola pengisian kendaraan, data operator hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Pernyataan pengemudi yang menyebut adanya pihak yang dikaitkan dengan anggota kepolisian serta dugaan pemberian back-up juga perlu diklarifikasi dan diverifikasi kepada institusi terkait.
Jika ditemukan pelanggaran administrasi maupun penyalahgunaan BBM subsidi, penindakan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila pemeriksaan menemukan keterlibatan oknum atau pihak yang memberikan perlindungan, dugaan tersebut juga perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme etik maupun hukum berdasarkan bukti.
Publik kini menunggu transparansi. Audit jangan berhenti pada SPBU, tetapi telusuri pola transaksi, jalur distribusi, penerima BBM dan dugaan aliran keuntungan.
BBM bersubsidi merupakan fasilitas publik. Dugaan penyalahgunaannya harus dibongkar berdasarkan bukti dan ditindak sesuai hukum.
(Redaksi)
